Minggu, 10 November 2019

Potensi Wisata di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu




Kabupaten Lebong merupakan salah satu kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten Lebong beribukota di Muara Aman. Kabupaten Lebong dibentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan UU No. 39 Tahun 2003. Kabupaten ini terletak di posisi 105º-108º Bujur Timur dan 02º,65’-03º,60’ Lintang Selatan di sepanjang Bukit Barisan serta terklasifikasi sebagai daerah Bukit Range pada ketinggian 500-1.000 dpl. Secara Administratif kabupaten Lebong terdiri atas 13 Kecamatan dengan 11 kelurahan dan 100 desa. Luas wilayah keseluruhan 192.424 Ha (belum termasuk luas kecamatan Padang Bano yang masih bersengketa dengan Kabupaten Bengkulu Utara). Dari total tersebut 134.834,55 Ha adalah Kawasan Konservasi dengan peruntukan untuk Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat 111.035,00 Ha, Hutan Lindung 20.777,40 Ha dan Cagar Alam 3.022,15 Ha.
Secara historis Kabupaten Lebong memiliki sejarah yang cukup panjang dalam catatan sejarah di Indonesia, catatan sejarah tersebut merupakan saksi bahwa Kabupaten Lebong memiliki nilai historis yang cukup tinggi, Suku Rejang merupakan satu komunitas masyarakat di Kabupaten Lebong yang memiliki tata cara dan adat istiadat yang dipegang teguh sampai sekarang. Selain memegang teguh adat, budaya Suku Rejang ini memiliki satu budaya yang unik dari kebiasaan dan tata cara hidup mereka sehari-hari, dari beberapa catatan sejarah yang membuktikan keunikan Suku Rejang.
Daerah yang masih menjunjung  adat istiadat ini juga menyimpan kekayaan yang luar biasa dari sektor pariwisata, dari wisata religi, wisata buatan, wisata sejarah dan wisata alam. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa wisata di daerah ini. Pertaama, Wisata air putih lebong  merupakan tempat wisata dsri perpaduan antara air dingin dan air panas yang mengalir ke dalam satu sungai yang sama. Airnya yang dingin dan sangat segar tersebut langsung mengalir dari sumber mata air dari Gunung Semelako. Dari permukaaan air, Anda bisa melihat banyaknya bebatuan yang ukurannya bervariasi memenuhi dasar sungai. Sangat indah dan menyegarkan mata ketika memandangnya. Kedua, Danau Tes yang mana selain sebagai tempat wisata, Danau Tes juga merupakan pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Bengkulu. Danau ini adalah salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Lebong, sekaligus danau terbesar di Provinsi Bengkulu. Danau yang terbentang dari Kutei Donok (Kota Donok) sampai ke Kelurahan Tes Kecamatan Lebong ini luasnya lebih kurang 750 hektare. Potensi Danau Tes didukung dengan pemandangan di sekitar kawasan danau yang terletak di Kecamatan Lebong Selatan. Selain dikelilingi kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Danau Tes juga menyimpan pesona alam yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Ketiga, Danau Picung  yang merupakan tempat Wisata Danau Alami, terletak disebelah Utara ibukota Muara Aman dengan jarak ± sekitar 5 Km. Danau Picung merupakan danau buatan yang telah ada sejak zaman penjajahan Kolonial Belanda. Danau Picung dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada waktu itu sebagai sumber air untuk memutar kincir pengolahan emas ditambang emas disekitar daerah Lebong Tambang.
Yang dipaparkan diatas hanya sebagian tempat wisata yang menarik di Kabupaten Lebong untuk dikunjungi, tak kalah bagusnya di Kabupaten Lebong juga ada tempat wisata yakni Lobang Kacamata,  Arung Jeram, berbagai air terjun yabg eksostis  dan Wisata Pertualangan lainnya. Hal inilah yang barangkali tidak dipunyai daerah lain.
Namun, dibalik wisata yang luar biasa indahnya masih banyak hal yang harus dibenahi oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal ini dikarenakan wisata di Kabupaten Lebong sendiri belum dikelola dengan optimal oleh pemerintah seperti kurangnya promosi wisata, infrastruktur yang seharusnya diperbaiki, tata ruang wisata yang dikemas dengan baik, Kemudian, dari masyarakat sendiri masih minimnya membuang sampah pada tempatnya,  masih adanya masyarakat yang merusak fasilitas yang sudah disediakan oleh Pemerintah. Mewujudkan Kabupaten Lebong yang maju dari sektor pariwisata harus ada sinergitas yang baik antara Masyarakat dan Pemerintahan. Kemudian, dari masyarakat sendiri
Sektor pariwisata pada hakikatnya bisa menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah. Kabupaten Lebong yang memiliki potensi pariwisata bisa memanfaatkan ini untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat hal. Kemudian, dengan potensi wisata ini juga membuka peluang yang besar  untuk mampu bersaing dengan daerah lain dan terutama  menjadikan wisata sebagai vital pembangunan yang berkelanjutan di daerah ini. Hal ini, tak lepas dari berbagai upaya Pemerintah dan masyarakat mengembangkan pariwisata.
Dalam memenuhi pembangunan pariwisata jelas ada hal yang akan mengancam seperti kerusakan lingkungan jika tidak diatasi sejak dini, kedatangan wisatawan juga akan merubah gaya kehidupan masyarakat akibat adanya proses akulturtasi. Namun, tentu ada banyak upaya untuk mengatasi itu semua. Dari segi Pemerintah harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit dalam membangun infrastruktur pariwisata, namun pemerintah harus berkomitmen penuh untuk hal anggaran, berkomitmen membenahi wisata yang ada sehingga terlkelola dengan baik dam kemudian juga mengemas potensi wisata untuk dipublikaiskan di media cetak maupun digital.
Selain itu, pemerintah daerah perlu membuat Peraturan Daerah untuk menjamin terlindungnya objek wisata agar tidak dirusak oleh tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.  Pariwisata merupakan suatu aspek yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, maka pariwisata juga akan menimbulkan dampak terhadap segala sisi kehidupan bagi masyarakat sekitarnya. Salah satunya adalah sisi ekonomi. Selain sisi ekonomi, ada juga dampak di sisi sosial seperti terciptanya lapangan kerja baru, keterbukaan masyarakat lokal terhadap wisatawan, budaya daerah yang semakin terekspos, dan lain-lain. Jadi pariwisata memang merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Pariwisata sangat terikat dengan kehidupan manusia, sehingga pariwisata memiliki dampak positif maupun negatif di segala aspek kehidupan masyarakat seperti pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan lain-lain.

Sumber :
https://lebongkab.go.id/2017/09/11/selayang-pandang/